Jumaat, 23 Mei 2014

Rasulullah s.a.w. Berbicara Tentang dajjal.




    Dari Nawas bin Sam’an, dia berkata, “Pada suatu pagi, Rasulullah s.a.w. berbicara mengenai Dajjal. Kadang-kadang beliau merendahkan suaranya, kadang-kadang meninggikannya, sehingga kami merasa seolah-olah berada dalam sekelompok lebah. Pada petang hari, kami mendatangi beliau dan beliau sudah mengetahui persoalan kami.

Beliau bertanya, ‘Apa kabar kalian?’ Kami menjawab, ‘Wahai Rasulullah, tadi pagi Anda berbicara mengenai Dajjal. Kadang-kadang Anda merendahkan suara dan kadang-kadang meninggikannya, sehingga kami seolah-olah berada dalam sekerumunan lebah.’

Rasulullah s.a.w bersabda, ‘Bukan Dajjal yang mengkuatirkan Aku terhadap kalian semua. Jika ia muncul dan aku masih berada di antara kamu, tentu aku akan membelamu atasnya. Dan jika ia muncul, sedangkan aku sudah tidak ada di sampingmu, maka setiap manusia akan menjadi pembela atas dirinya sendiri, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala menggantikanku menjadi pembela atas setiap orang muslim. Dajjal adalah pemuda berambut keriting, matanya picek dan aku lebih cenderung mengumpamakannya seperti Abdul Uzza bin Qathan. Barangsiapa di antara kamu yang bertemu dengannya, bacakan kepadanya permulaan surat Al-Kahfi. Dia akan muncul di suatu tempat sunyi antara Syam dan Iraq, lalu dia membuat kerosakan ke kanan dan ke kiri. Wahai hamba Allah, kerana itu teguhkan pendirianmu!’

Kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah, berapa lama dia tinggal di bumi?’ Rasulullah s.a.w. menjawab, ’40 hari. Satu hari seperti setahun, satu hari seperti sebulan, satu hari seperti sebulan dan selebihnya seperti hari-hari kamu sekarang.’

Kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah, ketika sehari seperti setahun, cukupkah bagi kami kalau solat hanya sehari?’ Beliau menjawab, ‘Tidak, tetapi hitunglah bagaimana pantasnya.’

Kami bertanya, ‘Wahai Rasulullah, berapa kecepatan berjalan di bumi?’ Beliau menjawab, ‘Seperti hujan ditiup angin.’ Dia mendatangi suatu kaum, maka diajaknya kaum itu supaya beriman kepadanya, lalu mereka beriman dan mematuhi segala perintahnya. Dia memerintahkan langit supaya hujan, maka tumbuhlah tumbuh-tumbuhan di muka bumi. Bila hari telah petang, ternak mereka pulang ke kandang dalam keadaan lebih gemuk dan dengan susu yang lebih besar karena cukup makan.

Kemudian dia mendatangi kaum yang lain dan mengajak mereka supaya beriman kepadanya, tetapi mereka menolak ajakannya. Maka dia berlalu dari mereka. Esok pagi negeri mereka akan kering keontang dan kekayaan mereka habis. Kemudian dia melawat di suatu negeri yang telah rosak binasa. Dia berkata, ‘Keluarkan perbendaharaanmu!’ Maka keluarlah seluruh kekayaan negeri itu dan pergi mengikuti Dajjal seperti pemimpin lebah diikuti rakyatnya.

Kemudian dia memanggil seorang remaja muda. Dia (Dajjal) lalu memukulnya dengan pedang sehingga anak muda itu terbelah dua dan belahannya terlempar sejauh anak panah yang dilepaskan dari busurnya. Dajjal memanggil tubuh yang telah terbelah itu kembali, kemudian dia datang seutuhnya dan dengan wajah berseri-seri sambil tertawa.

Sementara Dajjal asyik dengan perbuatan-perbuatannya yang merusak. Allah Subhanahu wa Ta’ala membangkitkan Isa Al-Masih Ibnu Maryam. Dia diturunkan Allah dekat menara putih di sebelah timur Damsyik, memakai dua pakaian berwarna, berpegang pada sayap dua malaikat. Apabila menundukkan kepala, hujan pun turun, dan apabila ia menengadahkan kepala, berjatuhan darinya biji-biji perak bagaikan mutiara.

Setiap orang kafir yang mencium bau nafasnya kerana sesiapa di antaraorang kafir itu tercium bau nafasnya akan mati. Bau nafasnya tercium sejauh mata memandang. Maka dicarinya Dajjal dan bertemu olehnya di pintu gerbang kota Lud (sebuah kota dekat Baitul Maqdis), lalu dia membunuh Dajjal. Kemudian Isa bin Maryam mendatangi kaum yang dipelihara Allah dari kejahatan Dajjal. Maka dia mengusap wajah mereka dan mengabarkan kepada mereka tentang kedudukannya di syurga. Pada saat seperti itu, Allah mewahyukan kepada Isa, ‘Sungguh, Aku mengeluarkan hamba-hamba-Ku yang tidak terkalahkan oleh siapa pun. Karena itu, selamatkanlah hamba-hamba-Ku (yang salih) ke bukit Thur.’

Lalu, Allah Subhanahu wa Ta’ala membangkitkan Ya’juj dan Ma’juj. Mereka turun melandai dari tampat yang tinggi. Gelombang pertama melewati Danau Thabariyah, lalu mereka meminum habis air telaga tersebut. Kemudian, melawat pula rombongan yang lain. Mereka berkata, ‘Sesungguhnya dahulu di sini ada air.’ Kemudian Nabi Isa dan para sahabat beliau terkepung sehingga sebuah kepala sapi lebih berharga bagi mereka daripada seratus dinar bagi seseorang pada hari itu (karena kekurangan makanan).

Nabi Isa bin Maryam dan para sahabatnya berdoa kepada Allah agar dihancurkan Ya’juj dan Ma’juj, kemudian Allah mengirim kepada mereka penyakit hidung seperti yang menimpa haiwan-haiwan, sehingga pagi harinya mereka semua mati.

Kemudian, Nabi Isa dan para sahabatnya turun ke bumi. Tetapi tidak sejengkal tanah pun didapatinya melainkan penuh dengan bangkai-bangkai busuk. Kemudian, Nabiyullah Isa dan para sahabatnya berdoa, semoga Allah berkenan menyingkirkan bangkai-bangkai busuk itu.

Maka, Allah mengutus burung-burung sebesar unta yang mengangkat bangkai-bangkai tersebut dan melemparkannya ke tempat yang dikehendaki Allah. Kemudian Allah menurunkan hujan, sehingga bersihlah bumi dari rumah tanah liat dan rumah-rumah bulu. Sehingga, bumi kelihatan bersih seperti kaca.

Kemudian Allah memerintahkan kepada bumi, ‘Tumbuhkanlah tumbuh-tumbuhanmu dan kembalikan keberkatanmu!’ Seketika itu, sekelompok keluarga kenyang memakan sebuah delima dan mereka dapat berteduh di bawah kulitnya. Rezeki mereka sangat berkah, sehingga susu seekor unta cukup untuk orang sekampung, susu seekor sapi cukup untuk orang sekabilah, susu seekor biri-biri cukup untuk sekelompok keluarga dekat.

Ketika mereka sedang berada dalam keredhaan Allah yang demikian, tiba-tiba Allah mengirim angin sejuk lewat ketiak mereka, maka tercabutlah ruh setiap orang mukmin dan orang muslim. Maka, tinggallah orang-orang jahat belaka, mereka bercampur-baur seperti keledai. Maka, ketika itu terjadilah kiamat.”

wallahualam bissawab..
petikan dari bahterawawasan.blogspot.com

0 komen:

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...